Fenomologi

By: rifkifauzan

Sep 29 2011

Kategori: Uncategorized

Tinggalkan komentar

PEMIKIRAN FENOMENOLOGI EDMUND HUSSERL
DAN APLIKASINYA DALAM DUNIA SAINS DAN STUDI AGAMA

A. Latar Belakang
Sejarah umat manusia mempunyai corak pemikiran dan tradisi filsafat yang terbagi menjadi tiga, yaitu tradisi India, tradisi Tiongkok, dan tradisi Eropa. Tradisi India berakar dalam pemikiran keagamaan abad ke-8 s/ d ke 5 SM. Dalam tradisi ini, tugas seorang pemikir ialah menyelami jiwa manusia supaya mengerti kedudukannya di dunia dan terutama hubungannya dengan prinsipprinsip dunia. Pikiran-pikiran ini terus hidup dalam agama Hindu dan Budha. Karenanya, jalan berpikir India adalah lebih bersifat teoretik dan mistik. Tradisi Tiongkok berakar dalam kehidupan masyarakat Tiongkok pada abad ke-4 SM. Kong Fu Tsu (551-479) dan Lao Tse (600-) memberikan arah pada susunan masyarakat dalam abad-abad berikutnya. Dalam sistim pemikiran ini, seseorang yang bijaksana adalah yang sadar tentang relasi-relasi antara manusia. Tradisi pemikiran ini mempunyai prioritas terhadap persoalan yang bersifat praktis.
Tradisi Eropa berakar dalam filsafat Yunani abad ke-6 sampai abad ke-4 SM. Dalam tradisi filsafat ini, analisis rasional gejala-gejala dunia baik alam maupun manusia sendiri, diutamakan. Pada zaman duhulu analisis rasional bertujuan teoritis, yaitu untuk menemukan kebenaran. Pada zaman modern tujuannya seringkali bersifat praktis, yaitu pikiran-pikirannya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup praktis (Hujjber, 1986:11). Dari uraian tersebut, pembahasan makalah ini berpijak pada tradisi Eropa. Sebagai konsekuensi dari tulisan ini yang mengkaji Edmund Husserl yang muncul dari tradisi Eropa. Seorang tokoh modern yang telah mencetuskan teori baru yang kemudian menjadi titik pijak peradaban berikutnya, yaitu peradaban modern abad ke-20 yang ditandai dengan adanya dua tradisi, yaitu tradisi positivisme logis (yang banyak dikembangkan oleh para ahli bahasa seperti L. Wittgenstein) dan metafisika fenomenologi yang dibangun oleh Edmund Husserl sendiri.

B. Tujuan penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pemikiran fenomenologi Edmund Husserl dan aplikasinya dalam dunia sains dan studi agama.

C. Desain Penelitian
Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan poenafsiran terhadap fenomena social. Metodologi yang dipakai adalah multi metododlogi sehingga sebenarnya tidak ada metodologi yang khusus. Para periset kualitatif dapat menggunakan narasi, isi, diskursus, arsip, dan analisis fenomik. Disisi yang lain para periset kualitatif juga menggunakan pendekatan, metode dan teknik-teknik etnometodologi, fenomenologi, etnografi, wawancara, dan studi budaya (Agussalim, 2006)
Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literature (arsip)

D. Hasil Penelitian
1. Dunia Sain

2. Studi Agama

E. Kesimpulan penelitian dan implikasinya
Peneliti menegaskan bahwa pemikiran Husserl mempunyai kelebihan dalam melihat fenomena sebagai suatu yang utuh, tetapi ada yang perlu dikritisi dari Husserl, yakni Husserl kurang menghargai rasio yang ada dalam diri manusia, ia lebih menonjolkan unsur obyek. Seakan-akan obyeklah yang menentukan segala sesuatunya. Namun demikian kalau dibandingkan dengan Hume, ia telah mampu memberi penilaian terhadap obyek secara utuh walaupun ia masih tetap tergantung pada obyek. Tetapi yang perlu dipertanyakan, apakah pemikiran Husserl yang mengklaim bahwa penilaian yang sampai taraf transendental (Aku Trandental) sebagai suatu ilmu rigorus dan apodiktis dapat dianggap sepenuhnya benar?

F. Penelitian pembanding

G. Daftar Pustaka
Abdullah, M. Amin.2000. dkk, A ntologi Studi Islam; Teori dan Metodologi, Yogyakarta: DIP PTA IAIN Sunan Kalijaga.

___________.1996. Studi A gama: Normativitas dan Historisitas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Jabiry, Muhammad Abid. 1990. al-Aql al-Siyasi al-Arabi, Juz III Beirut: Daral-Fikr al-Tsaqafah.

An-Naim, Abdullah Ahmed. 1990. Towardan Islamic Reformation; CivilLiberties, Human Rightsand InternationalLaw, Syracuse: Syracuse University Press.

Aziz, Abdul. 2003. Perilaku Kepemimpinan Kepala Perempuan: Studi Kasus di SMU Negeri 9 dan BudyaWacana 1 Yogyakarta, Yogyakarta: Tesis S2 UNY.

Arkoun, Mohamed. 1992. Aina Huwa al-Fikr al-Mu ashir, Beirut: Dar al-Saqi.
Bagus, Lorens. 2000. Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia.

Bakker, Anton. 1984. Metode-metode Filsafat, Jakarta: Galia Indonesia.

Connoly, Peter,(ed.). 2002. Aneka Pendekatan Studi Agama, terj. Imam Khoiri Yogyakarta: LkiS.

H.A.R Gibb. 1975. Modern Trends in Islam, Beirut: The University of Chicago.

Huijbers, Teo. 1986. Manusia Merenungkan Makna Hidupnya, Yogyakarta: Kanisius.

K. Berten. 1990. Filsafat Barat Abad XX;Inggris-Jerman, Jakarta: PT. Gramedia.

Habermas, Jurgen. 1971. Knowledge and Human Interests, trans. By Jeremy J. Shapiro, Boston: Beacon Press.

Meuleman, Johan Hendrik, (ed.). 1996. Tradisi, Kemodernan dan Metamodernisme; Memperbincangkan Pemikiran Mohamed Arkoun, Yogyakarta: LkiS.

Muhadjir, Noeng. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif,Yogyakarta:Rake Sarasin.
Mulkhan, Abdul Munir. 2000. IslamMurniDalamMasyarakat Petani,Yogyakarta: Bentang Budaya.

Rapar, Jan Hendrik. 1996. Pengantar Filsafat, Yogyakarta: Kanisius.

Scruton, Roger. 1995. A Short History of Modern Philosophy from Descartes to Wittgenstein, New York: Routledge.

Smith, Barry, and DavidWoodruff Smith (ed.). 1995. The Cambridge Companion toHusserl, USA: Camrbidge University Press.

This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: